Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Batulicin bersama Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah (P2D) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi di Kantor Samsat Batulicin. Pertemuan strategis ini difokuskan pada upaya peningkatan efisiensi serta optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di wilayah tersebut. Sinergi antar-instansi ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam merespons tantangan pengelolaan pendapatan dan menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara lebih maksimal dan terukur.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam rapat tersebut adalah evaluasi dan penyusunan perencanaan target PKB. Pihak UPPD Batulicin memaparkan berbagai upaya serta strategi yang tengah dipersiapkan agar penetapan target penerimaan pajak ke depannya dapat lebih presisi. Perencanaan yang matang ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa target yang dibebankan selalu selaras dengan potensi riil di lapangan, dinamika ekonomi masyarakat, serta pergerakan jumlah kendaraan bermotor yang aktif di Batulicin.
Selain perencanaan target, pembahasan juga mengerucut pada bagaimana UPPD Batulicin merumuskan formulasi yang tepat dalam menghitung jumlah tunggakan pajak kendaraan. Akurasi data tunggakan menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada pemetaan potensi piutang daerah yang bisa direalisasikan. Melalui rumusan penghitungan yang lebih sistematis dan tervalidasi, diharapkan langkah penagihan di lapangan dapat berjalan lebih efektif, adil, dan mampu mendorong peningkatan kesadaran wajib pajak untuk menyelesaikan kewajibannya.
Pada akhir pertemuan, kedua belah pihak menekankan pentingnya peningkatan efisiensi kinerja secara menyeluruh terkait pengelolaan PKB antara UPPD Batulicin dan Bidang P2D Bapenda Kalsel. Kolaborasi yang semakin erat di lingkungan Kantor Samsat Batulicin ini diharapkan mampu menciptakan sistem pelayanan dan pemungutan pajak yang lebih terpadu dan efisien. Dengan sinkronisasi antara perencanaan yang akurat dan pengelolaan tunggakan yang tepat sasaran, penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor diproyeksikan akan mencapai hasil yang optimal.
